Tampilkan postingan dengan label jurnal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jurnal. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juli 2012

Kegiatan Akuntansi

Kegiatan dalam siklus akuntansi meliputi tahapan - tahapan sebagai berikut:

  1. pencatatan data transaksi (recording) dalam buku jurnal (journal)
  2. penggolongan data transaksi (classification) dalam buku besar (ledger)
  3. pengikhtisaran data transaksi (summarizing), merupakan kegiatan pengolahan data buku besar hingga tersedia data yang dapat disusun dalam bentuk laporan keuangan
  4. penyusunan laporan (reporting), merupakan kegiatan penyusunan laporan keuangan berdasarkan hasil pengolahan data buku besar dengan memperhatikan ketentuan - ketentuan yang diisyaratkan dalam SAK yang berlaku umum
Selengkapnya...

Analisa Transaksi

Masih ingat dengan pelajaran kita sebelumnya tentang persamaan dasar transaksi? Wah, semoga tidak lupa ya karena persamaan dasar akuntansi itu akan terus kita pakai.
Ok, sekarang kita beralih ke pokok bahasan baru nih tentang analisa transaksi.
Transaksi keuangan adalah kejadian atau keadaan yang pengaruhnya dapat diukur dengan nilai uang. Banyak kasus terjadi (ini juga banyak terjadi pada murid-murid saya) ketika mempelajari bukti transaksi untuk dicatat ke dalam jurnal yang biasanya mereka lakukan adalah menghafal ayat jurnalnya. Maksud saya begini, pada saat mereka belajar transaksi penjualan secara kredit mereka akan menghafal ayat jurnalnya Piutang Dagang (D), Penjualan (K). Hal ini biasanya akan menimbulkan kesulitan bagi mereka ketika mereka menemukan transaksi yang sama dengan versi yang sedikit berbeda?
Jadi, apa yang harus kita lakukan?
Sekali lagi perlu saya tekankan dalam akuntansi yang paling penting kita kuasai adalah analisa bukan hafalan.


Bagaimana cara menganalisanya?
Mari kita ikuti langkah berikut:

1. Tentukan jenis transaksinya
2. Tentukan perkiraan-perkiraan yang terkait dan pengaruh transaksinya terhadap perkiraan tersebut.
3. Untuk menentukan perkiraan-perkiraan yang terkait, tidak harus selalu perkiraan di debet yang terlebih dahulu, tapi perkiraan yang di kredit juga boleh, tergantung mana lebih mudah kita menganalisanya.
Contoh transaksi:
a. Tn. X mendirikan sebuah toko dengan menginvestasikan dana tunai sebesar Rp 50.000.000,00
Analisanya:
1. Transaksi yang dilakukan adalah investasi dana, ini berarti adanya penambahan modal ke dalam perusahaan dalam bentuk uang tunai
2. Penambahan dana tunai dalam perusahaan mengakibatkan bertambahnya perkiraan "Kas", karena perkiraan kas termasuk dalam kelompok harta sehingga kas akan dicatat ke sebelah debet sebesar Rp 50.000.000,00
3. Investasi berarti penambahan modal ke dalam perusahaan mengakibatkan bertambahnya perkiraan "Modal" sehingga modal akan dicatat ke sebelah kredit sebesar Rp 50.000.000,00
Dari analisa di atas, kita dapat menyusun ayat jurnalnya sebagai berikut:
(Dr)Kas                                   Rp 50.000.000,00            -
                (Cr.)Modal Tn. X                    -            Rp 50.000.000,00
b. Membeli perlengkapan kantor seharga Rp 500.000,00
Analisanya:
1. Transaksi yang dilakukan adalah pembelian perlengkapan kantor secara tunai. Loh, dari mana kita tahu kalau transaksinya tunai? Kan tidak disebutkan dalam soal?
Ini adalah rahasia umum, bahwa setiap transaksi yang melibatkan penerimaan uang atau pengeluaran uang yang tidak dicantumkan tunai atau kredit secara otomatis akan kita anggap transaksi tunai.
2. Pada saat kita membeli secara tunai berarti kita mengeluarkan sejumlah uang. Sejumlah uang ini akan kita catat ke dalam perkiraan "Kas" ke sebelah kredit karena uang kita berkurang, dalam transaksi ini sebesar Rp 500.000,00
3. Apa yang dibeli? Yang dibeli inilah yang akan menjadi nama perkiraan kita. Dari transaksi kita mengetahui bahwa yang kita beli adalah perlengkapan kantor, perlengkapan kantor merupakan bagian dari kelompok harta, sehingga dari transaksi tersebut kita bisa mengetahui adanya penambahan perlengkapan kantor yang perusahaan miliki. Karena perlengkapan kantor bertambah, maka kita akan mencatatkannya ke perkiraan "Perlengkapan Kantor" di sebelah debet sebesar Rp 500.000,00
Dari analisa di atas, kita dapat menyusun ayat jurnalnya sebagai berikut:
(Dr.)Perlengkapan Kantor          Rp 500.000,00            -
              (Cr.)Kas                                 -            Rp 500.000,00
c. Dibayar utang kepada Toko "PELANGI" sebesar Rp 3.000.000,00
Analisanya:
1. Transaksi yang dilakukan adalah pembayaran utang.
2. Pada saat kita membayar utang itu berarti utang kita berkurang. Pengurangan utang ini dicatat ke dalam perkiraan "Utang Usaha" di sebelah debet sebesar Rp 3.000.000,00
3. Pembayaran utang mengakibatkan uang kita juga berkurang. Oleh karena itu, kita akan mencatatkan pengurangan uang kita ke dalam perkiraan "Kas" di sebelah kredit sebesar Rp 3.000.000,00
Dari analisa di atas, kita dapat menyusun ayat jurnalnya sebagai berikut:
(Dr.)Utang Usaha                        Rp 3.000.000,00            -
             (Cr.)Kas                                        -          Rp 3.000.000,00

Bagaimana, sudah cukup jelas? Selengkapnya...

Selasa, 20 Juli 2010

Jurnal (Journal)


Bagian berikutnya dari siklus akuntansi adalah jurnal. Apa sih jurnal itu?

Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukkan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Oleh itu buku jurnal sering disebut sebagai buku catatan pertama (book of original entry).

Manfaat pemakaian jurnal:
1. Merupakan alat pencatatan yang dapat menggambarkan pos-pos yang terpengaruh oleh suatu transaksi. Manfaat pemakaian jurnal akan sangat terasa, terutama apabila suatu transaksi mengakibatkan adanya beberapa pendebetan dan pengkreditan.
2. Merupakan alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis, sehingga dapat memberi gambaran yang lengkap tentang seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urutan-urutan terjadinya.
3. Dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus yang dikerjakan oleh beberapa orang secara bersamaan.
4. Menyediakan ruang yang cukup untuk keterangan transaksi.
5. Menghindari terjadinya kesalahan / kekeliruan dalam mencatat transaksi.

Bentuk jurnal:
(lihat gambar di atas)

Pemakaian kolom-kolom tersebut adalah sebagai berikut:
Tanggal : untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi. Kolom ini terbagi atas dua bagian, yaitu bagian kiri untuk mencatat tahun dan bulan, dan bagian kanan untuk mencatat tanggal dengan prosedur pencatatan sebagai berikut:
a. Tahun ditulis pada baris pertama. Tahun biasanya tidak ditulis berulang-ulang pada suatu halaman apabila tahun tidak berganti.
b. Nama bulan ditulis untuk transaksi yang pertama terjadi dalam bulan yang bersangkutan pada bagian atas kolom pertama. Nama bulan hanya ditulis lagi pada bagian atas halaman yang baru atau pada awal bulan yang baru.
c. Tanggal untuk setiap transaksi dicatat pada kolom pertama, pada bagian kolom yang kecil. Untuk setiap transaksi perlu ditulis tanggalnya meskipun dalam tanggal yang sama terjadi beberapa transaksi.
Perkiraan : untuk mencatat nama rekening yang didebet dan nama rekening yang dikredit. Dalam kolom ini dicatat juga keterangan singkat tentang transaksi yang dicatat. Prosedur pencatatannya adalah sebagai berikut:
a. Nama rekening yang didebet ditulis merapat ke pinggir sebelah kiri dalam kolom nama rekening dan jumlah pendebetan dimasukkan ke dalam sisi kiri atau kolom debet.
b. Nama rekening yang dikredit ditulis dalam baris berikutnya pada kolom nama rekening sedikit masuk ke sebelah kanan dan jumlah pengkreditan dimasukkan ke dalam sisi kanan atau kolom kredit.
P/R (Posting Referrence) : untuk mencatat nomor rekening yang didebet dan rekening yang dikredit. Kolom ini tidak dicatat pada saat menjurnal, tetapi harus diisi dengan nomor rekening setelah jurnal tersebut dicatat dalam rekekning-rekening yang bersangkutan di buku besar.
Jumlah Debet : untuk mencatat jumlah rupiah yang harus didebetkan ke dalam rekening yang namanya telah tertulis pada kolom nama rekening.
Jumlah Kredit : untuk mencatat jumlah rupiah yang harus dikreditkan ke dalam rekekening yang namanya telah tertulis pada kolom nama rekening.

Nama rekening dalam jurnal:
Nama rekening yang digunakan dalam menjurnal harus sama dengan nama rekening yang digunakan di dalam buku besar.
Contoh: perusahaan membeli alat-alat tulis kantor, maka rekekning yang harus digunakan adalah rekening perlengkapan, bukan rekening pembelian ATK.

Sampai sini dulu ya tentang jurnal, lain kali kita sambung tentang jurnal khusus dan contoh pemakaian dari keduanya...
Selengkapnya...